The Last Chocolate

Sore ini aku berjalan menyisir trotoar di tepi jalan Thamrin. Menjinjing sebuah tas berwarna hitam dan bunyi hentakan hak sepatu yang beradu dengan jalanan mengiringi langkahku. Aroma sisa-sisa hujan beberapa saat yang lalu masih tercium olehku. Menyerupai bau tanah dan dedaunan basah.

Di jalan raya sisi kiriku, jalanan mulai padat. Kendaraan roda empat yang beraneka bentuk maupun ukuran seakan berjalan begitu pelan. Sudah jam setengah enam rupanya. Jam pulang kantor sudah berlalu setengah jam yang lalu. Hujan yang baru saja reda juga bisa jadi menjadi penyumbang kemacetan yang ada. Siapapun itu pasti berpikir dua kali jika ingin menembus hujan. Mereka yang tadi pagi menggunakan kendaraan umum, sebagian pasti memilih menggunakan taksi online ataupun taksi yang berlalu lalang di jalan. Setidaknya sampai stasiun kereta atau halte busway terdekat. Read more