Screen Shot 2017-03-19 at 21.46.47

Judul buku : Goodbye Happiness : Cinta yang Takkan Usai

Penulis : Arini Putri

Editor : eNHa

Desain sampul : Jeffri Fernando

Penerbit : Gagas Media

ISBN : 978-979-780-593-7

Cetakan pertama : 2012

Jumlah halaman : 312 hal

“Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnnya hanya akan menuai luka.

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, tetapi tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.”

Novel Goodbye Happiness ini adalah karya Arini Putri pertama yang aku baca. Jujur saja jika aku sebenarnya jatuh cinta pada kisah antara Skandar, Krystal, dan Seung-ho. Novel ini menceritakan tentang kisah Tinkerbell dan Peter Pan di dunia modern yang mengalami kisahnya sendiri.

Kisah berawal dari perkenalan Krystal dan Skandar ketika gadis itu sedang gugup menjelang audisi teater di sekolahnya. Skandar dengan caranya sendiri berhasil menghibur dan memberi ketenangan pada Krystal. Mereka berdua kemudian menjadi dekat satu sama lain, terutama ketika sebuah kejadian besar terjadi dalam hidup Skandar.

Ketika mereka berdua sama-sama lulus dari SMA nya, Krystal ternyata diterima di salah satu universitas di Seoul, Korea Selatan. Skandar yang merasa tidak bisa ditinggal oleh ‘Tinkerbell’nya memilih untuk diam-diam mendaftarkan diri di universitas yang sama dengan Krystal, namun dengan program studi yang berbeda.

Suatu hari, Krystal mengikuti salah satu audisi untuk menjadi trainee salah satu agensi artis besar dan beruntungnya, ia diterima. Disinilah konflik besar mulai terasa. Krystal mengenal Seung-ho, seniornya dan hubungannya dengan Skandar pun mulai merenggang.

Hubungan Krystal dan Skandar dalam novel ini dibuat sangat sulit. Skandar yang menunjukan seolah memiliki suatu perasaan khusus pada Krystal membuat Krystal bingung, karena di sisi lain, Krystal merasa Skandar tidak pernah mengutarakannya pada siapapun dan kemudian segalanya menjadi semakin abu-abu dari hari ke hari.

Ketika saya membaca novel ini, Arini Putri membuat saya ikut terbawa dengan segala emosi yang ada. Baik ketika bahagia, sedih, kesal, maupun marah. Terutama di bagian klimaks, yang benar-benar menguras emosi.

Namun, disisi lain, ada hal-hal yang sedikit membuat saya mengerutkan dahi ketika membacanya. Saya merupakan penggemar K-pop maupun K-drama atau apapun yang berhubungan dengan industri hiburan Korea Selatan. Dan saya tahu benar bagaimana sulitnya untuk menjadi pemain dalam industri hiburan tersebut. Akan tetapi, di sini Krystal dibuat seolah-olah dapat menggapai sesuatunya dengan begitu mudahnya, apalagi dia merupakan warga negara asing. Selain itu, sosok Seung-ho digambarkan tanpa cela. Terlalu sempurna menurutku, sehingga mengurangi kesan terhadapnya.

Jika saya dapat memberi nilai untuk buku ini, maka saya akan memberi nilai 3 dari 5. Salam untuk Tink dan Skan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s