Kau…

4831

Pernahkah kalian memiliki seseorang yang sedikit banyak mempengaruhi kehidupan kalian, mempengaruhi suasana hati kalian baik dan buruknya?

Pernahkah kalian memiliki seseorang yang menjadi sumber inspirasi dalam menjalani hidup entah dalam hal apapun itu?

Aku memilikinya. Seseorang diluar anggota keluargaku tentunya, yang bisa dikatakan memiliki kendali atas diriku. Read more

Advertisements

Hati yang Fana

Kau…
Sesuatu yang fana tak tergapai
Menemaniku dalam hayalku
Menghilang kala ku tersadar

Kau…
Terukir dalam benakku
Bagai goresan pisau pada dinding kayu
Yang tak mampu kuhilangkan

Tahukah kau
Dalam hayalku suaramu begitu manis
Menyapa setiap relung dalam hati
Melenyapkan kesunyian

Tahukah kau
Jika nanti kutemukan yang nyata
Kuharap itu adalah dirimu

Bangku Taman

Bolehkah aku bercerita sesuatu. Sebuah cerita yang sebenarnya aku sendiripun bingung ingin memulainya darimana. Baiklah begini saja. Saat ini aku sedang berjalan di sebuah jalan yang biasa ku lewati bersamanya. Sebuah jalan dimana kami selalu menghabiskan waktu bersama sesaat setelah selesai bekerja dan pada akhirnya kami berpisah untuk menaiki bus yang berbeda. Sebuah jalan yang teduh. Dengan berbagai pepohonan di sisi kanan dan sisi kiri yang menambah keteduhan. Kami biasa berjalan di sisi kiri dengan aku yang berada di sisi luar sedangkan ia di sisi dalam. Bersenda gurau atau membahas kekesalan kami masing-masing dengan rekan kerja ataupun atasan kami masing-masing. Read more

Unpredictable

Soo-ri menghempaskan dirinya di kasur hotel yang sedari tadi sudah membayang-bayanginya. Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan baginya. Setelah ia menemukan tempat tinggal—beruntung ia langsung cocok dengan pilihan pertama—mereka menghabiskan waktu hingga larut malam dengan mencari perabotan yang akan digunakan untuk mengisi apartemennya yang masih tampak kosong.

Sewaktu mencari perabotan, benda-benda cantik itu seakan menghipnotisnya hingga ia tidak merasa lelah sama sekali. Jika saja ia tidak melihat Jong-in yang sudah menguap berulang kali, pasti Soo-ri tidak akan sadar berapa lama waktu yang sudah dihabiskannya. Beruntung perabotan dasar sudah ia dapatkan semua. Dan ia kini merasakan akibatnya. Kedua kakinya sangat pegal.

Walaupun rasa lelah menguasainya, ia sadar bahwa ia tetap harus mandi sedingin apapun udara di sini. Jika tidak, ia tidak akan bisa tidur semalaman. Baru saja ia menurunkan dan mendaratkan kakinya di hamparan karpet berwarna putih yang lembut ketika ponselnya berbunyi menandakan pesan masuk.

Apa kau sudah tidur? Rendam kakimu dulu di air hangat supaya terasa nyaman. Read more